Kadis Sosial Aceh Dan Bupati Simeulue Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, DPRA Dukung Penuh

Politik 04 Aug 2026 05:50 3 min read 169 views By Admin User

Share berita ini

Kadis Sosial Aceh Dan Bupati Simeulue Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, DPRA Dukung Penuh
Bupati Simeulue bersama Kepala Dinas Sosial Aceh dan Kepala Dinas Sosial Simeulue serta Anggota DPRA duduk Semeja membahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat setelah peninjauan Lokasi, Senin, 03 Agustus 2026, di Arka cafe.

SIMEULUE,Teras Aceh.com | Di atas hamparan lahan seluas 7,9 hektare di Desa Linggi, Kecamatan Simeulue Timur, tersimpan harapan besar bagi ribuan anak di Pulau Simeulue.

 

Lahan itu diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar 250 Miliar, sebuah program strategis pemerintah yang diharapkan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

Harapan itu semakin nyata ketika Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin (3/8/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Kadis Sosial Aceh didampingi Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, Kadis Sosial Simeulue Carles, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. 

 

Peninjauan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Simeulue, dan legislatif dalam menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke wilayah kepulauan terluar. Program Sekolah Rakyat diyakini akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang selama ini terkendala keterbatasan ekonomi.

 

Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun fasilitas pendidikan, melainkan membangun harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.

 

"Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa perubahan bagi daerahnya," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Simeulue telah memenuhi syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat.

 

"Persyaratan minimal luas lahan adalah enam hektare. Alhamdulillah, lokasi di Desa Linggi memiliki luas sekitar 7,9 hektare sehingga sudah sangat memadai. Tinggal melengkapi beberapa aspek teknis sebagai syarat administrasi," jelasnya.

 

Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh dan Legislatif dalam mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di daerah kepulauan tersebut. Menurutnya, program ini merupakan investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Simeulue di masa depan.

 

"Apa yang disampaikan Pak Kadis Sosial Aceh benar. Pemerintah Kabupaten Simeulue telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare, meskipun syarat minimal hanya enam hektare," kata Monas.

 

Ia menambahkan, hasil koordinasi terakhir dengan Menteri Sosial serta Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Sosial menunjukkan masih terdapat empat dokumen penting yang harus segera dipenuhi, yakni perubahan PKKPR, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta surat pernyataan dari BPBD yang menyatakan lokasi tersebut bebas dari potensi banjir.

 

"Seluruh persyaratan itu sedang kami siapkan dan prosesnya sudah berjalan. Kami optimistis seluruh dokumen dapat segera diselesaikan," tegasnya.

 

Dukungan penuh juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRA Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Simeulue, Ir. Iskandar, menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat hingga terealisasi.

 

"Kami dari Partai Golkar mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat di Simeulue. Dukungan seluruh pihak menjadi kunci agar program ini segera terwujud dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Anggota DPRA Fraksi PKS, Ihya Ulumuddin. Ia menegaskan komitmen kuat untuk mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Simeulue.

 

"Kami mendukung seribu satu persen agar Sekolah Rakyat ini segera dibangun. Ini adalah kebutuhan masyarakat dan investasi besar bagi masa depan anak-anak Simeulue," katanya.

 

Di balik lahan yang kini masih terbentang luas, masyarakat Simeulue melihat secercah harapan. Sekolah Rakyat bukan hanya akan menghadirkan ruang belajar, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa dibatasi kondisi ekonomi.

 

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Simeulue, dan DPR Aceh, pembangunan Sekolah Rakyat di Bumi Ate Fulawan diharapkan segera dimulai. Kelak, dari tempat itulah akan lahir generasi-generasi tangguh yang membawa Simeulue menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. (ta/as)

TerasAceh