FGD Menakar Ikon Smong dalam Pertumbuhan Ekonomi Simeulue, Ketua DPRK Dorong Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah
SIMEULUE,Teras Aceh. com | Smong bukan sekadar ingatan tentang dahsyatnya gelombang tsunami yang pernah melanda Simeulue. Lebih dari itu, Smong adalah warisan kearifan lokal, identitas budaya, sekaligus simbol ketangguhan masyarakat yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Semangat inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menakar Ikon Smong dalam Pertumbuhan Ekonomi Simeulue”, yang dimotori oleh Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin, Sabtu, 31 Oktober 2026 di Wisma Harti.
Forum diskusi tersebut menjadi ruang penting untuk menggali kembali nilai-nilai luhur Smong dan menghubungkannya dengan peluang pembangunan ekonomi masyarakat. Sebab, sebuah daerah tidak hanya tumbuh dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas, mengembangkan budaya, serta mengelola potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan.
Smong telah dikenal sebagai pengetahuan tradisional masyarakat Simeulue dalam membaca tanda-tanda alam dan menyelamatkan diri dari ancaman gelombang besar.
Kearifan ini bahkan menjadi warisan berharga yang patut diperkenalkan kepada generasi muda dan dunia internasional.
Namun, pertanyaan penting yang perlu dijawab bersama adalah bagaimana nilai besar Smong dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat?
Melalui FGD ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi konkret untuk menjadikan Smong sebagai salah satu ikon unggulan Simeulue, baik dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya, ekonomi kreatif, UMKM, kuliner lokal, kerajinan masyarakat, hingga promosi daerah.
Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin mengatakan melalui gagasan dari FGD ini diharapkan mampu membuka perspektif baru bahwa kearifan lokal bukan hanya untuk dikenang dan dibanggakan, melainkan juga harus mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian rakyat.
Smong dapat menjadi daya tarik wisata edukasi, memperkuat identitas Simeulue di mata dunia, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Sementara itu Asmadi. MS, Pimpinan Redaksi Media Teras Aceh yang turut diundang dalam Forum diskusi itu mengatakan , FGD ini diharapkan tidak berhenti sebatas diskusi dan pertukaran pendapat. Harus ada langkah nyata, kolaborasi lintas sektor, serta keberpihakan kebijakan agar potensi Smong dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang berkelanjutan.
Sebab, kebanggaan terhadap budaya akan terasa lebih bermakna ketika masyarakat turut merasakan manfaat ekonominya.
Simeulue memiliki cerita besar tentang Smong. Kini saatnya cerita itu tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun masa depan, Tegas Asmadi.
Dalam diskusi yang dihadiri Sekda Simeulue, Kepala SKPK, Pimpinan Bank Aceh, Unsur Budaya, Unsur Media, Camat Simeulue Timur, Ormas dan elemen masyarakat tersebut memunculkan ide pembangunan Museum dan tugu smong sebagai ikon dan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Simeulue.
Peserta diskusi berharap agar identitas Simeulue tumbuh seiring kemajuan ekonomi, menuju Simeulue yang maju, hebat, dan bermartabat. (ta/ad)
Related Articles